LAPIS RESAP IKAT DAN LAPIS PEREKAT

Pekerjaan  ini mencakup penyediaan dan penyemprotan Lapis Resap Ikat atau Lapis Perekat pada permukaan yang telah disiapkan  sebelumnya untuk pemasangan lapisan beraspal berikutnya. Lapis Resap Ikat dihampar di atas permukaan yang bukan beraspal (misalnya Lapis Pondasi Agregat), sedangkan Lapis Perekat dihampar di atas permukaan yang beraspal (seperti Lapis Penetrasi Macadam, Laston, Lataston  dll) atau di atas permukaan beton semen.

1.Persyaratan Bahan
1.1.Bahan Lapis Resap Ikat (prime coat)
(1)   Aspal untuk Lapis Resap Ikat salah satu dari:

(a)    Aspal  emulsi mantap sedang atau mantap lambat yang memenuhi SNI 03-4798-1998. Aspal emulsi mengandung residu hasil penyulingan minyak bumi (aspal dan pelarut) tidak kurang dari 57 % dan mempunyai penetrasi aspal tidak kurang dari 100 (0,1 mm) untuk aspal emulsi jenis CSS tidak kurang dari 65 % dan mempunyai penetrasi aspal tidak kurang dari 100 (0,1 mm) untuk aspal emulsi CMS.

(b)   Aspal keras Pen.80 atau Pen.60, memenuhi RSNI S-01-2003, diencerkan dengan minyak tanah (kerosen). Proporsi minyak tanah yang digunakan sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.Perbandingan pemakaian minyak tanah pada percobaan terdiri dari 70 bagian minyak per 100 bagian aspal keras (70 pph kurang lebih ekivalen dengan viskositas aspal cair hasil kilang jenis MC-30).

(2)   Bilamana lalu lintas diijinkan lewat di atas Lapis Resap Ikat maka harus digunakan bahan penyerap (blotter material) dari hasil pengayakan kerikil atau batu pecah, terbebas dari butiran-butiran berminyak atau lunak, bahan kohesif atau bahan organik. Tidak kurang dari 98 persen harus lolos ayakan ASTM 3/8” (9,5 mm) dan tidak lebih dari 2 persen harus lolos ayakan ASTM No.8 (2,36 mm).

1.2.Bahan Lapis Perekat (tack coat)
(1)   Aspal emulsi jenis mantap cepat yang memenuhi ketentuan SNI 03-4798-1998.

(2)   Aspal keras Pen.60 atau Pen.80 yang memenuhi ketentuan RSNI S-01-2003, diencerkan dengan 25 bagian campuran minyak tanah dengan premium (komposisi 1 : 3) per 100 bagian aspal. Campuran tersebut harus memenuhi spesifikasi aspal cair penguapan cepat sesuai SNI 03-4800-1998.

2.Takaran dan Temperatur Pemakaian Aspal
(1)   Percobaan lapangan harus dilakukan di bawah pengawasan Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan tingkat takaran yang tepat (liter per meter persegi) dan percobaan tersebut akan diulangi, sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, bila jenis dari permukaan yang akan disemprot atau jenis dari aspal berubah. Takaran pemakaian Lapis Resap Ikat ditunjukkan pada Tabel1, sedangkan untuk Lapis Perekat ditunjukkan pada Tabel 2.

 

Tabel 1 Takaran Pemakaian Lapis Resap Ikat

 

Jenis Aspal
Takaran (liter per meter persegi) pada
Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Lapis Pondasi Semen Tanah
Aspal Cair
0,4 – 1,3
0,2 – 1,0
Aspal Emulsi
0,4 – 1,3
0,2 – 1,0
 

 

 

Tabel 2 Takaran Pemakaian Lapis Perekat

 

Jenis Aspal
Takaran (liter per meter persegi) pada
Perkerasan Beraspal
Perkerasan Kaku
Permukaan Baru atau Aspal Lama Yang Licin
Permukan Porous dan  Terekspos Cuaca
Permukaan Baru
Permukaan Aus atau licin
Aspal Cair
0,15
0,15 – 0,35
0,15
0,15 – 0,25
Aspal Emulsi
0,20
0,20 – 0,50
0,20
0,20 – 0,35
(2)   Suhu penyemprotan harus sesuai dengan Tabel 3, kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan. Suhu penyemprotan untuk aspal cair yang kandungan minyak tanahnya berbeda dari yang ditentukan dalam daftar ini, temperaturnya dapat diperoleh dengan cara interpolasi.

Tabel 3  Suhu Penyemprotan

Jenis Aspal
Rentang  Suhu Penyemprotan
Aspal cair, 25 pph minyak tanah
80 ± 10 ºC
Aspal cair, 45 pph minyak tanah (MC-70)
65 ± 10 ºC
Aspal cair, 70 pph minyak tanah (MC-30)
40 ± 10 ºC
Aspal emulsi
Tidak dipanaskan
Catatan :

pph  :  bagian per 100 bagian (part per hundred).

Tindakan yang sangat hati-hati harus dilaksanakan bila memanaskan setiap aspal cair.

(3)  Frekuensi pemanasan yang berlebihan atau pemanasan yang berulang-ulang pada temperatur tinggi haruslah dihindari. Setiap bahan yang menurut pendapat Direksi Pekerjaan, telah rusak akibat pemanasan berlebihan harus ditolak dan harus diganti atas biaya Penyedia Jasa.

2.Persyaratan Peralatan
Perlengkapan yang harus disediakan terdiri dari penyapu mekanis dan atau kompresor, distributor aspal, peralatan untuk memanaskan aspal dan peralatan yang sesuai untuk meratakan kelebihan aspal.

a)    Alat Distributor Aspal

(1)         Alat Distributor aspal berupa kendaraan beroda ban angin yang bermesin penggerak sendiri, memenuhi peraturan keselamatan jalan. Bilamana dimuati penuh maka tekanan ban pada pengoperasian dengan kecepatan penuh tidak boleh melampaui tekanan yang direkomendasi pabrik pembuatnya.

(2)         Sistem tangki aspal, pemanasan, pemompaan dan penyemprotan harus sesuai dengan ketentuan pengamanan dari Institute of Petroleum, Inggris.

(3)         Alat Distributor aspal harus dilengkapi dengan batang semprot sehingga dapat mensirkulasikan aspal secara penuh yang dapat diatur ke arah horisontal dan vertikal. Batang semprot harus terpasang dengan jumlah minimum 24 nosel, dipasang pada jarak yang sama yaitu 10 ± 1 cm. Alat Distributor aspal juga harus dilengkapi pipa semprot tangan.

(4)         Alat penyemprot, harus dirancang, dilengkapi, dipelihara dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga aspal mendapat pemanasan dengan merata dan dapat disemprotkan secara merata dengan berbagai variasi lebar permukaan, pada takaran yang ditentukan dalam rentang 0,15 sampai 2,4 liter per meter persegi.

b)    Perlengkapan

Perlengkapan alat Distributor aspal harus terdiri dari sebuah tachometer (pengukur kecepatan putaran), meteran tekanan, tongkat celup yang telah dikalibrasi, sebuah termometer untuk mengukur temperatur isi tangki, dan peralatan untuk mengukur kecepatan lambat. Seluruh perlengkapan pengukur pada alat Distributor harus dikalibrasi untuk memenuhi toleransi yang ditentukan. Selanjutnya kalibrasi yang teliti dan memenuhi ketentuan tersebut harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan.

c)    Toleransi Alat Distributor Aspal

Toleransi ketelitian dan ketentuan  jarum baca yang dipasang  pada alat Distributor aspal dengan batang semprot harus memenuhi ketentuan:

 

Ketentuan dan Toleransi Yang Dijinkan

Tachometer pengukur  tekanan penyemprotan
:
± 1,5 persen dari skala putaran penuh sesuai ketentuan BS 3403

Tachometer pengukur  kecepatan putaran pompa
:
± 1,5 persen dari skala putaran penuh sesuai ketentuan BS 3403

Termometer
:
± 5 ºC, rentang 0 – 250 ºC,

Pengukur volume atau tongkat celup
:
± 2 persen dari total volume tangki, nilai maksimum garis skala Tongkat Celup 50 liter.
d)    Grafik Penyemprotan dan Buku Petunjuk Pelaksanaaan

Grafik Penyemprotan dan Buku Petunjuk Pelaksanaan yang harus disertakan pada alat semprot dan harus dalam keadaan baik setiap saat.

Buku petunjuk pelaksanaan harus menunjukkan diagram aliran pipa dan semua petunjuk untuk cara kerja alat distributor.

Grafik Penyemprotan harus memperlihatkan hubungan antara kecepatan dan jumlah takaran pemakaian aspal yang digunakan serta hubungan antara kecepatan pompa dan jumlah nosel yang digunakan, berdasarkan pada keluaran aspal dari nosel. Keluaran aspal pada nosel (liter per menit) dalam keadaan konstan, beserta  tekanan penyemprotanya harus diplot pada grafik penyemprotan.

Grafik Penyemprotan juga harus memperlihatkan tinggi batang semprot dari permukaan jalan dan kedudukan sudut horisontal dari nosel semprot, untuk menjamin adanya tumpang tindih (overlap) semprotan yang keluar dari tiga nosel (yaitu setiap lebar permukaan disemprot oleh semburan tiga nosel).

e)    Kinerja Alat Distributor Aspal

(1)   Harus menyiapkan alat distributor lengkap dengan perlengkapan dan operatornya untuk pengujian lapangan dan harus menyediakan tenaga pembantu yang dibutuhkan untuk tujuan tersebut sesuai perintah Direksi Pekerjaan. Setiap distributor yang menurut pendapat Direksi Pekerjaan kinerjanya tidak dapat diterima bila dioperasikan sesuai dengan Grafik Penyemprotan dan Buku Petunjuk Pelaksanaan atau tidak memenuhi ketentuan dalam Spesifikasi , maka peralatan tersebut tidak diperkenankan untuk dioperasikan dalam pekerjaan. Setiap modifikasi atau penggantian distributor aspal harus diuji terlebih dahulu sebelum digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan.

(2)   Penyemprotan dalam arah melintang dari takaran pemakaian aspal yang dihasilkan oleh alat distributor aspal harus diuji dengan cara melintaskan batang semprot di atas bidang pengujian selebar 25 cm x 25 cm yang terbuat dari lembaran resap yang bagian bawahnya kedap, yang beratnya harus ditimbang sebelum dan sesudah disemprot. Perbedaan berat harus dipakai dalam menentukan takaran aktual pada  tiap lembar dan perbedaan tiap lembar terhadap takaran rata-rata yang diukur melintang pada lebar penuh yang telah disemprot tidak boleh melampaui 15 persen takaran rata-rata.

(3)   Ketelitian yang dapat dicapai distributor aspal terhadap suatu takaran sasaran pemakaian alat semprot harus diuji dengan cara yang sama dengan pengujian distribusi melintang yang telah diuraikan.

Lintasan penyemprotan minimum sepanjang 200 meter harus dilaksanakan dan kendaraan harus dijalankan dengan kecepatan tetap sehingga dapat mencapai takaran sasaran pemakaian yang telah ditentukan lebih dahulu oleh Direksi Pekerjaan.

Minimum 5 penampang melintang yang berjarak sama harus dipasang 3 kertas resap yang berjarak sama, kertas tidak boleh dipasang dalam jarak kurang dari 0,5 meter dari tepi bidang yang disemprot atau dalam jarak 10 m dari titik awal penyemprotan. Takaran pemakaian, yang diambil sebagai nilai rata-rata dari semua kertas resap tidak boleh berbeda lebih dari 5 persen dari takaran sasaran. Sebagai alternatif,  takaran pemakaian rata-rata dapat dihitung dari pembacaan tongkat ukur yang telah dikalibrasi,. Untuk tujuan pengujian ini minimum 70 persen dari kapasitas distributor aspal harus disemprotkan.

 

f)     Peralatan Penyemprot Aspal Tangan (Hand Sprayer)

Bilamana diijinkan oleh Direksi Pekerjaan maka penggunaan perlatan penyemprot aspal tangan dapat dipakai sebagai pengganti alat distributor aspal.

Perlengkapan utama peralatan penyemprot aspal tangan harus selalu dijaga dalam kondisi baik, terdiri dari :

(1)   Tangki aspal dengan alat pemanas;

(2)   Pompa yang memberikan tekanan ke dalam tangki aspal sehingga aspal dapat tersemprot keluar;

(3)   Batang semprot yang dilengkapi dengan lubang pengatur keluarnya aspal (nosel).

Agar diperoleh hasil penyemprotan yang merata maka Penyedia Jasa harus menyediakan tenaga operator yang terampil dan diuji coba dahulu kemampuannya sebelum disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

1)      Persyaratan Kerja
Kondisi Cuaca Yang Diijinkan

Lapisan Resap Ikat harus disemprot hanya pada permukaan yang kering atau mendekati kering, dan Lapis Perekat harus disemprot hanya pada permukaan yang benar-benar kering. Penyemprotan Lapis Resap Ikat atau Lapis Perekat tidak boleh dilaksanakan waktu angin kencang, hujan atau akan turun hujan.

Mutu Pekerjaan dan Perbaikan dari Pekerjaan Yang Tidak Memenuhi Ketentuan

Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapisi dan tampak merata, tanpa adanya bagian-bagian yang beralur atau kelebihan aspal.

Untuk Lapis Perekat, harus melekat dengan cukup kuat di atas permukaan yang disemprot. Untuk penampilan yang kelihatan berbintik-bintik, sebagai akibat dari aspal yang didistribusikan sebagai butir-butir tersendiri dapat diterima asalkan penampilannya kelihatan rata dan keseluruhan takaran pemakaiannya memenuhi ketentuan.

Untuk Lapis Resap Ikat, setelah proses pengeringan, aspal harus sudah meresap ke dalam lapis pondasi, meninggalkan sebagian aspal yang dapat ditunjukkan dengan permukaan berwarna hitam yang merata dan tidak berongga (porous). Tekstur untuk permukaan lapis pondasi agregat setelah disemprot Lapis Resap Ikat harus rata sehingga tidak ada genangan atau aspal tercampur agregat halus yang cukup tebal sehingga mudah dikupas dengan pisau.

Perbaikan dari Lapis Resap Ikat dan Lapis Perekat yang tidak memenuhi ketentuan harus seperti yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, termasuk pembuangan bahan yang berlebihan, penggunaan bahan penyerap (blotter material), atau penyemprotan tambahan seperlunya. Setiap kerusakan kecil pada Lapis Resap Ikat harus segera diperbaiki. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan agar lubang yang besar atau kerusakan lain yang terjadi, dibongkar dan dipadatkan kembali atau penggantian lapisan pondasi yang diikuti dengan pengerjaan kembali Lapis Resap Ikat.

(5)   Pengajuan Kesiapan Kerja

Sebelum pelaksanaan, terlebih dahulu harus diajukan terlebih dahulu:

(1)   Lima liter contoh dari setiap aspal yang diusulkan untuk digunakan dalam pekerjaaan dilengkapi sertifikat dari pabrik pembuatnya dan hasil pengujian seperti yang disyaratkan dalam, diserahkan sebelum pelaksanaan dimulai. Sertifikat tersebut harus menjelaskan bahwa aspal tersebut memenuhi ketentuan dari Spesifikasi sesuai jenis bahan Lapis Resap Ikat atau Lapis Perekat, seperti yang ditentukan.

(2)   Catatan kalibrasi dari semua peralatan dan meteran pengukur serta tongkat celup ukur untuk alat distributor aspal, harus diserahkan paling lambat 30 hari sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. Tongkat celup ukur, semua peralatan dan meteran pengukur harus dikalibrasi sampai memenuhi akurasi, tanggal pelaksanaan kalibrasi harus tidak melebihi satu tahun sebelum pelaksanaan dimulai.

(3)   Grafik penyemprotan harus memenuhi ketentuan dan diserahkan sebelum pelaksanaan dimulai.

(4)   Contoh-contoh bahan yang dipakai pada setiap hari kerja harus dilaksanakan sesuai ketentuan. Laporan harian untuk pekerjaan yang telah dilakukan dan takaran pemakaian bahan harus memenuhi ketentuan

(6)   Kondisi Tempat Kerja

(1)   Pekerjaan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga masih memungkinkan lalu lintas satu lajur tanpa merusak pekerjaan yang sedang dilaksanakan dan hanya menimbulkan gangguan yang minimal bagi lalu lintas.

(2)   Bangunan-bangunan  dan benda-benda lain di samping tempat kerja (struktur, pepohonan dll.) harus dilindungi agar tidak menjadi kotor karena percikan aspal.

(3)   Aspal tidak boleh dibuang sembarangan kecuali ke tempat yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

(4)   Penyedia Jasa harus melengkapi tempat pemanasan dengan fasilitas pencegahan dan pengendalian kebakaran yang memadai, juga pengadaan dan sarana pertolongan pertama.

(7)   Pengendalian Lalu Lintas

(1)   Pengendalian lalu lintas harus memenuhi ketentuan  , Pemeliharaan dan Pengaturan Lalu Lintas .

(2)   Penyedia Jasa harus bertanggung jawab terhadap dampak yang terjadi bila lalu lintas yang dijinkan lewat di atas Lapis Resap Ikat atau Lapis Perekat yang baru dikerjakan,.

6.1.2        PELAKSANAAN
a)      Apabila pekerjaan Lapis Resap Ikat dan Lapis Perekat akan dilaksanakan pada   permukaan perkerasan jalan yang ada atau bahu jalan yang ada, semua kerusakan perkerasan maupun bahu jalan harus diperbaiki.

b)      Apabila pekerjaan Lapis Resap Ikat dan Lapis Perekat akan dilaksanakan pada perkerasan jalan baru atau bahu jalan baru, perkerasan atau bahu itu harus telah selesai dikerjakan sepenuhnya,yang sesuai dengan lokasi dan jenis permukaan yang baru  tersebut.

c)      Permukaan yang akan disemprot itu harus dipelihara sebelum pekerjaan pelaburan dilaksanakan.

d)      Sebelum penyemprotan aspal dimulai, permukaan harus dibersihkan dengan memakai sikat mekanis atau kompresor atau kombinasi keduanya.  Bilamana peralatan ini belum dapat memberikan permukaan yang benar-benar bersih, penyapuan tambahan harus dikerjakan manual dengan sikat yang kaku.

e)      Pembersihan harus dilaksanakan  melebihi 20 cm dari tepi bidang yang akan disemprot.

f)       Tonjolan yang disebabkan oleh benda-benda asing lainnya harus disingkirkan dari permukaan dengan memakai penggaru baja atau dengan cara lainnya yang telah disetujui atau sesuai dengan perintah Direksi Pekerjaan dan bagian yang telah digaru tersebut harus dicuci dengan air dan disapu.

g)      Untuk pelaksanaan Lapis Resap Ikat di atas Lapis Pondasi Agregat Kelas A, permukaan akhir yang telah disapu harus rata, rapat, bermosaik agregat kasar dan halus, permukaan yang hanya mengandung agregat halus tidak akan diterima.

h)      Pekerjaan penyemprotan aspal tidak boleh dimulai sebelum perkerasan telah disiapkan dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan.

Kegiatan Lapangan
a)      Pelaksanaan Penyemprotan

(1)   Batas permukaan yang akan disemprot oleh setiap lintasan penyemprotan harus diukur dan ditandai. Khususnya untuk Lapis Resap Ikat, batas-batas lokasi yang disemprot harus ditandai (seperti dengan kapur tulis, cat atau benang).

(2)   Agar aspal dapat merata pada setiap titik maka aspal harus disemprotkan dengan batang penyemprot dengan kadar aspal yang diperintahkan. Jika penyemprotan dengan distributor tidaklah praktis untuk lokasi yang sempit, Direksi Pekerjaan dapat menyetujui pemakaian penyemprot aspal tangan (hand sprayer).

Penyemprotan aspal dengan alat distributor harus dioperasikan sesuai Grafik Penyemprotan yang telah disetujui. Kecepatan pompa, kecepatan kendaraan, ketinggian batang semprot dan penempatan nosel harus disetel sesuai ketentuan grafik tersebut sebelum dan selama pelaksanaan penyemprotan.

(3)   Bila diperintahkan, bahwa lintasan penyemprotan aspal harus satu lajur atau setengah lebar jalan maka harus ada bagian yang  tumpang tindih (overlap) selebar 20 cm sepanjang sisi-sisi lajur yang bersebelahan. Sambungan memanjang selebar 20 cm ini harus dibiarkan terbuka dan tidak boleh ditutup oleh lapisan berikutnya sampai lintasan penyemprotan di lajur yang bersebelahan telah selesai dilaksanakan. Demikian pula  lebar yang telah disemprot harus lebih besar dari pada lebar rencana pekerjaan lapisan beraspal yang ditetapkan, hal ini dimaksudkan agar tepi permukaan yang ditetapkan tetap mendapat semprotan dari tiga nosel, sama seperti permukaan yang lain.

(4)   Lokasi awal dan akhir penyemprotan harus dilindungi dengan bahan yang cukup kedap. Penyemprotan harus dimulai dan dihentikan sampai seluruh sebagian bahan pelindung tersemprot, dengan demikian seluruh nosel bekerja dengan benar pada sepanjang bidang jalan yang akan disemprot.

Alat Distributor aspal harus mulai bergerak kira-kira 25 meter sebelum daerah yang akan disemprot dengan demikian kecepatan lajunya dapat dijaga konstan sesuai ketentuan, agar batang semprot mencapai bahan pelindung tersebut dan kecepatan ini harus tetap dipertahankan sampai melalui titik akhir.

(5)   Sisa aspal dalam tangki distributor harus dijaga tidak boleh kurang dari 10 persen dari kapasitas tangki untuk mencegah udara yang terperangkap (masuk angin) dalam sistem penyemprotan.

(6)   Jumlah pemakaian aspal pada setiap kali lintasan penyemprotan harus segera diukur dari volume sisa dalam tangki dengan meteran tongkat celup.

(7)   Takaran pemakaian rata-rata aspal pada setiap lintasan penyemprotan, harus dihitung sebagai volume aspal yang telah dipakai dibagi luas bidang yang disemprot. Luas lintasan penyemprotan didefinisikan sebagai hasil kali panjang lintasan penyemprotan dengan jumlah nosel yang digunakan dan jarak antara nosel. Takaran pemakaian rata-rata yang dicapai harus sesuai dengan yang diperintahkan Direksi Pekerjaan, dalam toleransi berikut:

 

Toleransi takaran pemakaian

1 % dari volume tangki
=
+ (4 % dari takaran yg diperintahkan
+
—————————-   )

Luas yang disemprot
Takaran pemakaian yang dicapai harus telah dihitung sebelum lintasan penyemprotan berikutnya dilaksanakan dan bila perlu diadakan penyesuaian untuk penyemprotan berikutnya .

(8)   Penyemprotan harus segera dihentikan jika ternyata ada ketidaksempurnaan peralatan semprot pada saat beroperasi.

(9)   Setelah pelaksanaan penyemprotan, khususnya untuk  Lapis Perekat,  aspal yang berlebihan dan tergenang di atas permukaan yang telah disemprot harus diratakan dengan menggunakan alat pemadat roda karet, sikat ijuk atau alat penyapu dari karet.

(10)     Tempat-tempat yang disemprot dengan Lapis Resap Ikat yang menunjukkan adanya aspal berlebihan harus ditutup dengan bahan penyerap (blotter material) sebelum penghamparan lapis berikutnya. Bahan penyerap (blotter material) hanya boleh dihampar 4 jam setelah penyemprotan Lapis Resap Ikat.

(11)     Tempat-tempat bekas kertas resap untuk pengujian kadar aspal harus dilabur kembali dengan aspal yang sejenis secara manual dengan kadar yang hampir sama dengan kadar di sekitarnya.

b)Pembukaan Bagi Lalu Lintas

(1)  Lapis Resap Ikat

Lalu lintas tidak diijinkan lewat sampai aspal telah meresap dan mengering serta tidak akan terkelupas akibat dilewati roda lalu lintas. Dalam keadaan khusus, lalu lintas dapat diijinkan lewat sebelum waktu tersebut, tetapi tidak boleh kurang dari empat jam setelah penghamparan Lapis Resap Ikat tersebut.  Agregat penutup (blotter material) yang bersih, yang sesuai dengan ketentuan harus dihampar sebelum lalu lintas diijinkan lewat.

Agregat penutup harus disebar dari truk sedemikian rupa sehingga roda tidak melindas aspal yang belum tertutup agregat. Bila penghamparan agregat penutup pada lajur yang sedang dikerjakan yang bersebelahan dengan lajur yang belum dikerjakan, sebuah alur (strip) yang lebarnya paling sedikit 20 cm sepanjang tepi sambungan harus dibiarkan tanpa tertutup agregat, atau jika sampai tertutup harus dibuat tidak tertutup agregat bila lajur kedua sedang dipersiapkan untuk ditangani, agar memungkinkan tumpang tindih (overlap) aspal. Pemakaian agregat penutup harus dilaksanakan seminimum mungkin.

(2)  Lapis Perekat

Sewaktu lapis aspal dalam keadaan tidak tertutup, Penyedia Jasa harus melindunginya dari kerusakan dan mencegahnya agar tidak berkontak dengan lalu lintas. Lalu lintas tidak diijinkan lewat sampai penghamparan lapis beraspal di atasnya selesai dikerjakan.

6.1.3        PENGENDALIAN MUTU
1)Penerimaan Bahan
a)            Penyimpanan bahan sesuai harus memenuhi ketentuan.

b)            Contoh aspal dan sertifikatnya, seperti disyaratkan harus disediakan pada setiap pengangkutan aspal ke lapangan pekerjaan.

c)            Dua liter contoh bahan aspal yang akan dihampar harus diambil dari distributor aspal, masing-masing pada saat awal penyemprotan dan pada saat menjelang akhir penyemprotan.

d)            Alat Distributor aspal harus diperiksa dan diuji, sesuai dengan ketentuan sebagai berikut :

(1)  Sebelum pelaksanaan pekerjaan penyemprotan pada Kontrak tersebut;

(2)   Setiap 6 bulan atau setiap penyemprotan aspal sebanyak 150.000 liter, dipilih yang lebih dulu tercapai;

(3)   Apabila distributor mengalami kerusakan atau dimodifikasi, perlu dilakukan pemeriksaan ulang terhadap distributor tersebut.

e)            Gradasi agregat penutup (blotter material) harus diajukan kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan sebelum agregat tersebut digunakan.

f)             Catatan harian yang  terinci mengenai pelaksanaan penyemprotan permukaan, termasuk pemakaian aspal pada setiap lintasan penyemprotan dan takaran pemakaian yang dicapai, harus dibuat dalam formulir standar Lembar 1.10 seperti terdapat pada Gambar Rencana.

1)      Pemeliharaan Hasil Pekerjaan
a)      Pemeliharaan Lapis Resap Ikat

Penyedia Jasa harus tetap memelihara permukaan yang telah diberi Lapis Resap Ikat atau Lapis Perekat sesuai standar yang ditetapkan sampai lapisan berikutnya dihampar. Lapisan berikutnya hanya dapat dihampar setelah  Lapis Resap Ikat telah meresap ke dalam dan mengikat lapis pondasi.

Untuk Lapis Resap Ikat yang akan dilapisi Burtu atau Burda, waktu penundaan harus sebagaimana yang diperintahkan Direksi Pekerjaan minimum dua hari dan tak boleh lebih dari empat belas hari, tergantung dari lalu lintas, cuaca,  jenis aspal dan bahan lapis pondasi yang digunakan.

b)      Pemeliharaan dari Lapis Perekat

Lapis Perekat harus disemprotkan sebelum  penghamparan lapis aspal berikut di atasnya untuk memperoleh kondisi kelengketan yang tepat sesuai rentang waktu kemantapan aspal (setting/curing). Pelapisan lapisan beraspal berikut tersebut harus dihampar sebelum lapis aspal hilang kelengketannya melalui pengeringan yang berlebihan, oksidasi, debu yang tertiup atau lainnya. Sewaktu lapis aspal dalam keadaan tidak tertutup, Penyedia Jasa harus melindunginya dari kerusakan dan mencegahnya agar tidak berkontak dengan lalu lintas.

6.1.4        PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1)      Pengukuran Untuk Pembayaran
a)    Kuantitas aspal yang diukur untuk pembayaran adalah nilai terkecil di antara berikut ini : jumlah liter pada 15 ºC menurut takaran yang diperlukan sesuai dengan Spesifikasi dan ketentuan Direksi Pekerjaan, atau jumlah liter aktual pada 15 ºC yang terhampar dan diterima. Pengukuran volume harus diambil saat bahan berada pada temperatur keseluruhan yang merata dan bebas dari gelembung udara. Kuantitas dari aspal yang digunakan harus diukur setelah setiap lintasan penyemprotan.

b)    Setiap agregat penutup (blotter material) yang digunakan harus dianggap termasuk pekerjaan sementara untuk memperoleh Lapis Resap Ikat yang memenuhi ketentuan dan tidak akan diukur atau dibayar secara terpisah.

c)    Pekerjaan untuk penyiapan dan pemeliharaan formasi yang di atasnya diberi Lapis Resap Ikat dan Lapis Perekat,  tetapi harus diukur dan dibayar sesuai dengan Seksi yang relevan yang disyaratkan untuk pelaksanaan dan rehabilitasi.

d)    Pembersihan dan persiapan akhir pada permukaan jalan dan pemeliharaan permukaan Lapis Resap Ikat atau Lapis Perekat yang telah selesai harus dianggap merupakan satu kesatuan dengan pekerjaan Lapis Resap Ikat atau Lapis Perekat yang memenuhi ketentuan dan tidak boleh diukur atau dibayar secara terpisah.

2)      Pengukuran Untuk Pekerjaan Yang Diperbaiki
Bila perbaikan pekerjaan Lapis Resap Ikat atau Lapis Perekat yang tidak memenuhi ketentuan telah dilaksanakan sesuai perintah Direksi Pekerjaan, maka kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah merupakan pekerjaan yang seharusnya dibayar jika pekerjaan yang semula diterima. Tidak ada pembayaran tambahan yang akan dilakukan untuk pekerjaan tambahan, kuantitas maupun pengujian yang diperlukan oleh perbaikan ini.

3)      Dasar Pembayaran
Kuantitas yang sesuai dengan ketentuan di atas harus dibayar menurut Harga Satuan Kontrak per satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang tercantum di bawah ini dan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana pembayaran tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk pengadaan dan penyemprotan seluruh bahan, termasuk bahan penyerap (blotter material), penyemprotan ulang, termasuk seluruh pekerja, peralatan, perlengkapan, dan setiap kegiatan yang diperlukan untuk menyelesaikan dan memelihara pekerjaan yang diuraikan.

 

Uraian
Satuan Pengukuran
Lapis Resap Ikat
Liter
Lapis Perekat
Liter

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s